Sejarah adalah ensiklopedia pengalaman umat manusia. Sejarawan menggali pengalaman-pengalaman itu dari berbagai sumber dengan beragam metode. Masa lampau dengan begitu telah lama menjadi ladang eksplorasi yang mengungkapkan banyak hal. Tidak hanya peristiwa-peristiwa, tapi juga dan terutama tentang manusia dengan berbagai kompleksitasnya, berikut tentang alam yang melingkunginya serta tantangan-tantangan yang dihadapinya. Itu semua merupakan kandungan pengalaman umat manusia yang dirangkum dalam sejarah.

Setiap orang, masyarakat atau bangsa yang berpikir tentang hari ini dan masa depannya tentu saja memerlukan petunjuk-petunjuk yang dapat mengarahkannya ke suatu titik permulaan, atau ke bagian lanjutan dari tempat mana ia telah sampai. Dalam hal ini, pengalaman, tentu saja, merupakan sumber terbaik dari mana petunjuk-petunjuk itu dapat diperoleh. Sejarah sebagai eksiklopedia atau himpunan pengalaman, dengan demikian, merupakan sebuah sumber terbesar dan paling kaya di mana setiap orang, masyarakat atau bangsa memperoleh petunjuk-petunjuk yang dapat mengarahkan langkahnya dalam ikhtiar menjadikan hari esok lebih baik dari hari sebelumnya.

Dalam eksplorasi yang dilakukan oleh sejarawan, mereka telah menemukan apa yang disebut dengan kebudayaan. Ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan oleh pengalaman manusia, yang hanya dengannya, eksistensi manusia menjadi istimewa dan diperhitungkan di tengah-tengah jagat raya. Kebudayaan bahkan merupakan wujud identik dari kemanusiaan, dan menyelam ke dalam kebudayaan sama artinya dengan menyelam ke dalam kemanusiaan itu sendiri.

Karenanya, patut diakui bahwa sebagaimana kemanusiaan yang memiliki dan menampilkan sisi keunggulan dan kelemahan, demikian pula kebudayaan. Dan, realita ini sesungguhnya yang justru memperlihatkan semangat yang menjiwai kebudayaan sebagaimana kemanusiaan, yakni semangat, ruh, yang tetap saja berharap kepada cahaya dan petunjuk dari Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.

Redaksi